Rabu, 21 September 2011

Management Class - Departement of Management, College of Economic and Management - Bogor Agricultural University

Lecturer: Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan (www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb)

Adik Putri Sarah - Department of Economics, College of Economics and Management - Bogor Agricultural University 


Session 3 - Chapter 4 - Managing In a Global Environment
Pengaruh peran globalisasi dalam suatu perusahaan tentu tidak dapat dipungkiri. Globalisasi sendiri dapat membawa tantangan dan peluang. Tantangan yang dihadapi dapat berupa keragaman budaya, sedangkan peluang yang didapat bisa berupa pengembangan pasaran produk.

Dalam menghadapi dunia global, terdapat beberapa bentuk sudut pandang. Beberapa diantaranya adalah: 
1. Sikap Etnosentris yang berpandangan lebih sempit dan tidak melihat perspektif orang lain
2. Sikap Polisentris yang berpandangan bahwa manager yang merupakan penduduk lokal di wilayah tersebut lebih berpotensi dibanding manager yang bukan penduduk lokal wilayah tersebut.
3. Sikap Geosentris yang memiliki orientasi dunia dan berpandangan bahwa tiap individu dapat bekerja dimana saja, bahkan hingga ruang lingkup internasional, asalkan individu tersebut memiliki skill. Saat ini sudut pandang yang secara mayoritas digunakan adalah sikap geosentris.

Hingga saat ini bentuk globalisasi yang banyak terjadi di Indonesia adalah Foreign Subsidiary. Bagi negera berkembang seperti Indonesia, bentuk globalisasi ini membawa kelebihan tersendiri yaitu dapat menarik investor dari luar negri. Namun bentuk globalisasi ini tetap harus diawasi oleh pemerintah secara intensif, karena jika tidak perekonomian di Indonesia bisa dikuasai oleh para investor dari luar negri. Selain itu terdapat bentuk globalisasi lainnya yaitu Aliansi Strategis dan Joint Venture.

Walaupun Indonesia masih merupakan negara berkembang, tetapi kemampuan SDM penduduk Indonesia sudah cukup banyak diakui oleh dunia internasional. Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya WNI yang mampu bekerja dengan posisi tinggi di perusahaan asing baik di luar negri maupun di dalam negri. Yang cukup memprihatinkan adalah kemampuan bahasa asing yang kurang untuk bisa berkomunikasi dengan penduduk global. Belum lagi mindset yang tertanam hingga saat ini pada masyarakat kita, yaitu perasaan minder ataupun kurang percaya diri untuk berani melangkah ke dunia global. Untuk itu dua hal ini merupakan hal yang perlu kita perhatikan secara lebih, terutama bagi kita mahasiswa selaku tunas bangsa yang akan memajukan negri kita ke depannya :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar